HarianMemoKepri.com, Nasional – Ada-ada saja ulah oknum polisi berpangkat Bripka ini. Gara-gara ”tersenggol” kemolekan seorang janda, dia pun kebablasan selingkuh. Tapi begitu si janda – yang sudah sering berhubungan badan – hamil malah ditinggal pergi alias lari dari tanggungjawab. Kisah ini dialami janda molek asal Kapuas Hulu, Kalimantan Tengah. Ia hanya jadi pemuas nafsu oknum polisi berpangkat Bripka. Adalah ES, janda dengan dua orang anak itu, kini baru mengandung janin usia lima bulan hasil asmara terlarangan dengan Bripka JR (30). ES menuturkan, perkenalannya dengan sang polisi terjadi sekitar setahun lalu. Awalnya memang biasa, namun lama-kelamaan, hubungan keduanya berubah ‘luar biasa’. Sang janda mengaku, mau menyerahkan tubuhnya itu lantaran dijanjikan akan dinikai secara siri. Bahkan, JR dan ES, sejak kebablasan, mengaku sudah tak terhitung lagi melakukan hubungan badan layaknya suami istri. Entah saking keenakan atau sensasinya, keduanya pun terus berulang kali berhubungan intim. Sampai akhirnya, ES pun hamil. ”Tapi hamil yang pertama itu keguguran,” terang ES. Meski begitu, JR dan ES sepertinya tak kapok dan mengulang romantika ranjang yang kembali membuat perut janda itu berisi janin bayi yang kini usianya sudah menginjak lima bulan. Sayang, sikap JR mendadak berubah belakangan ini. Bahkan, tiga pekan terakhir ini, sang polisi malah menghilang. ”Ditelepon nggak bisa, pesan singkat juga tidak pernah dibalas,” ungkapnya. ES menambahkan, sebelum menghilang, JR sempat datang ke rumahnya dan berjanji akan bertanggungjawab. ”Ibu dan keluarga JR datang dan siap bertanggung jawab. Nah, tiga minggu ini malah mereka menghilang,” tutur ES. Janda berparas ayu itu menambahkan, drinya sejatinya rela dipersunting sebagai istri kedua dan menikah di bawah tangan. Hal itu semata-mata agar bayi yang kelak akan dilahirkannya itu memiliki ayah yang jelas. Pasalnya, ia sendiri tahu bahwa JR sudah memiliki istri dan dua anak. ”Bukan ditinggal seperti ini. Terus nanti persalinannya bagaimana? Ini kan hasil dia dan saya,” katanya. Kini, hanya ada penyesalan dalam hatinya dan bertekad akan membawa masalah ini ke Polda Kalteng. ”Jujur sekarang menyesal tapi tetap nanti akan melapor ke Propam Polda Kalteng,” tutupnya. (Red/Goriau)