Komarudin pun mendorong adanya platform digital nasional agar masyarakat Indonesia lebih terlindungi dan tidak bergantung sepenuhnya pada platform global.

“China bisa jadi contoh menarik karena mereka mengelola platform mereka sendiri. Kita seharusnya bisa seperti itu, supaya data dan informasi masyarakat lebih aman,” tegasnya.

Ia berharap kolaborasi ini mampu menciptakan ekosistem informasi yang lebih sehat dan mendidik.

Jaksa Agung: Pers adalah Sahabat Penegakan Hukum

Sementara itu, Jaksa Agung ST. Burhanuddin menegaskan pentingnya peran pers sebagai mitra strategis penegakan hukum. Ia menyebut kerja sama ini tidak boleh berhenti di tataran seremonial, melainkan harus diimplementasikan secara nyata.

“Ketika saya pertama kali menjabat, citra Kejaksaan masih negatif di mata masyarakat. Presiden saat itu mengatakan bahwa tanpa pers, kerja Jaksa Agung tidak akan sampai ke masyarakat. Jadi, pers adalah sahabat, bukan lawan,” ungkap Burhanuddin.

Menurutnya, pers juga berperan penting sebagai bagian dari kontrol sosial. Dengan luasnya wilayah Indonesia, ia mengakui tidak mungkin bisa memantau seluruh jaksa di daerah secara langsung.