Scroll untuk baca artikel
Nasional

Aksi Demo Masyarakat Kampung Penadah Mudik Pesisir Selatan Sumatera Barat Minta Operasi Galian C di Tutup

34
×

Aksi Demo Masyarakat Kampung Penadah Mudik Pesisir Selatan Sumatera Barat Minta Operasi Galian C di Tutup

Sebarkan artikel ini
Masyarakat Kampung Penadah Mudik Pesisir Selatan Sumatera Barat lakukan aksi demo di lokasi Galian C

HARIANMEMOKEPRI.COM — Masyarakat Kampung Penadah Mudik Nagari Limau Purut Kecamatan Ranah Ampek Hulu, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat melakukan Aksi demo di lokasi Operasi Galian C, Rabu (02/2023).

Pada Aksi demo tersebut ratusan warga Kampung Penadah Mudik Nagari Limau Purut beramai-ramai mengelar demo supaya pihak perusahaan tambang yang dikelola oleh CV Mutia Anugerah Nusantara agar Operasi Galian C di Penadah Mudik ini di tutup.

Baca Juga: Melalui Workshop Ketahanan Keluarga Anti Narkoba, Dewi Ansar Optimalkan Peran PKK Dalam Pencegahan Narkoba

Diketahui, sebelumnya kelompok tani sudah menyurati pihak perusahaan CV Mutia Anugerah Nusantara. Dari pemerintah nagari hingga ke pemerintah daerah dengan penolakan terkait adanya izin Operasi Galian C ini.

Namun penolakan dari kelompok tani tersebut tidak direspon pihak perusahaan dan juga pemerintah daerah sampai jalannya Operasi Galian C di Kampung Penadah Mudik tersebut.

Baca Juga: Kasus Dugaan Korupsi BPR Bestari Kota Tanjungpinang, Belasan Karyawan Telah di Periksa Penyidik Kejati Kepri

Ketua Kelompok Tani Kampung Penadah Mudik, Supriadi Rusit mengatakan, ia selaku anggota kelompok tani dan juga masyarakat menolak dengan Operasi Galian C di Kampung Penadah Mudik.

“Kalau Galian C terus beroperasi akan berdampak pada saluran Irigasi sawah kami dan wisata tempat pemandian di kampung Penadah,” ungkap Predi sapaan akrabnya.

Baca Juga: Sarapan Pagi Bersama Pelajar SDN 010 Senggarang, Danrem 033 WP: Sarapan Pagi Bagi Anak Sekolah Sangat Penting

Predi menuturkan, dengan beroperasinya galian C ini bisa berdampak pada pertanian yang bisa mematikan hasil pertanian dimana nantinya akan berdampak kepada perekonomian petani.

“Untuk itu kami menolak dan minta operasional galian C ditutup. Apapun alasannya kami masyarakat menolak,” tegas Predi.

Baca Juga: Apel Siaga Penanggulangan Bencana, Ansar Ahmad: Semua Pihak Tidak Boleh Lengah

Predi menambahkan, Aksi demo ini juga mempertimbangkan dampak dari beroperasinya galian c tersebut. Dari Operasi Galian C ini, bisa berdampak jangka panjang terhadap lingkungan, seperti bencana alam banjir dan longsor.

“Selain itu, walaupun pihak perusahaan sudah mengantongi izin, masyarakat mempertanyakan bagaimana proses terbitnya izin. tanpa ada persetujuan dari masyarakat dan kelompok tani,” jelas Predi.

Baca Juga: Walikota Tanjungpinang Keluarkan Surat Edaran Perihal Semarak Peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *