Pernahkah Anda mendadak merasa terkejut ketika melihat tumpukan pakaian di atas kursi kamar berganti wujud menjadi sosok manusia yang sedang duduk terdiam pada tengah malam?

Pengalaman menggelitik yang kerap membuat bulu kuduk berdiri ini sebenarnya memicu pertanyaan besar tentang cara kerja otak kita saat mengolah informasi visual di tengah kegelapan.

Para ilmuwan mengelompokkan fenomena kecenderungan alami manusia untuk mengenali pola wajah pada benda-benda mati sekitar lingkungan tempat tinggal ini dengan istilah sains pareidolia.

Mekanisme unik pada organ otak tersebut sebenarnya merupakan warisan evolusi berharga yang menjaga nenek moyang kita tetap selamat dari serangan pemangsa buas di alam liar.

Nenek moyang manusia purba harus selalu siap siaga menebak kehadiran harimau atau ular yang bersembunyi di balik semak-semak lebat demi bertahan hidup dari ancaman kematian.

Kemampuan mengenali pola secara kilat ini membantu leluhur kita mengambil keputusan cepat dalam waktu sepersekian detik tanpa perlu menunggu kepastian bentuk fisik sang pemangsa.