Rasa penasaran selalu muncul setiap kali kita melangkahkan kaki di atas papan kayu tua Museum Fatahillah yang menyimpan dentang lonceng kematian dari era kolonial Belanda.
Sebagian besar pengunjung kawasan Kota Tua Jakarta mungkin tidak pernah menyadari bahwa tepat di bawah permukaan aspal panas tempat mereka berdiri terdapat lorong rahasia.
Berbagai cerita mistis dan rumor mengenai keberadaan saluran bawah tanah yang saling terhubung melintasi gedung-gedung tua telah lama beredar dari mulut ke mulut warga lokal.
Banyak narasi sejarah menyebutkan bahwa jaringan terowongan gelap tersebut dahulu berfungsi sebagai jalur melarikan diri para pejabat VOC saat terjadi pemberontakan massal.
Peneliti sejarah perkotaan sampai saat ini masih berupaya keras memetakan jalur bawah tanah tersebut secara komprehensif menggunakan bantuan teknologi peta digital modern.
Misteri Jalur Pelarian yang Menembus Sungai
Beberapa penjelajah ruang bawah tanah secara tidak sengaja menemukan pintu besi tua yang terkunci rapat di dalam gudang rempah-rempah yang kini beralih fungsi.
Pintu misterius yang dilapisi karat tebal tersebut dipercaya mengarah langsung ke saluran air kuno yang bermuara di Pelabuhan Sunda Kelapa pada abad ketujuh belas.
Suasana di dalam lorong yang lembap dan gelap sering kali memicu imajinasi liar mengenai apa saja yang pernah tersimpan rapat di dalam kegelapan tersebut.
Suara gemericik air yang menggema dari dinding-dinding batu bata merah tua seolah menyuarakan ketakutan para tawanan perang yang pernah disekap di ruang tahanan bawah tanah.

