Pernahkah Anda tiba-tiba merasakan bulu kuduk berdiri tegak saat melangkahkan kaki ke dalam lorong sebuah bangunan tua yang sepi, padahal tidak ada satupun benda yang bergerak di sekitar tempat tersebut?
Fenomena ganjil yang sering kali langsung dihubungkan dengan keberadaan makhluk dari dunia lain ini ternyata menyimpan penjelasan ilmiah menarik yang berkaitan erat dengan persepsi indra manusia terhadap lingkungan sekitar.
Penelitian lintas disiplin yang menggabungkan ilmu akustik dan neurosains menemukan bahwa banyak laporan penampakan mistis sebenarnya dipicu oleh kehadiran getaran suara berfrekuensi sangat rendah yang tidak sanggup ditangkap oleh telinga biasa.
Getaran yang dikenal sebagai infrasound ini memiliki gelombang di bawah batas pendengaran manusia, yaitu sekitar sembilan belas hertz, namun tetap memiliki energi yang cukup kuat untuk menggetarkan organ tubuh bagian dalam secara halus.
Ketika gelombang tak kasat mata tersebut mengenai bola mata manusia, resonansi yang dihasilkan dapat memicu gangguan penglihatan singkat yang menyerupai bayangan hitam berkelebat di sudut mata Anda secara sekilas.
Jejak Frekuensi yang Tersembunyi di Bangunan Bersejarah
Sebagian besar bangunan peninggalan zaman kolonial di berbagai kota besar Indonesia seperti Jakarta, Bandung, dan Semarang memiliki struktur arsitektur megah dengan langit-langit tinggi yang rentan memantulkan gelombang udara alami dari luar.
Hembusan angin malam yang melewati celah ventilasi sempit atau getaran mesin kendaraan dari jalan raya dapat beresonansi di dalam ruangan tertutup hingga menciptakan kantong-kantong suara berfrekuensi rendah tanpa disadari oleh para pengunjung.

