HMK, MISTERI — Keheningan malam di sepanjang pesisir selatan Pulau Jawa mendadak terganggu oleh kemunculan getaran frekuensi rendah yang sampai sekarang belum mampu dijelaskan oleh instrumen seismik terbaik milik pemerintah.

Ribuan warga yang bermukim di sekitar garis pantai mengaku merasakan dengung halus namun konstan yang mulai terdengar saban tengah malam sejak awal bulan Agustus tahun ini.

Banyak penghuni rumah kayu maupun bangunan beton melaporkan bahwa kaca jendela mereka bergetar lembut tanpa adanya tanda-tanda gempa bumi yang tercatat pada stasiun pemantauan terdekat.

Apakah fenomena suara misterius ini murni gejala alam fisik yang belum terpetakan ataukah ada dinamika geologi bawah laut yang sedang membisu di kedalaman samudra?

Jejak Frekuensi yang Mengusik Peradaban Pesisir

Para peneliti dari Lembaga Oseanografi Nasional yang diterjunkan ke lokasi kejadian menemukan bahwa gelombang suara tersebut berada pada kisaran frekuensi sembilan belas hertz yang sangat dekat dengan ambang batas pendengaran manusia.

Walaupun sebagian besar orang dewasa hanya bisa merasakan sensasi tekanan di dalam telinga, anak-anak dan binatang peliharaan justru menunjukkan respon kecemasan yang cukup signifikan setiap kali getaran tersebut muncul.

Nelayan lokal yang biasanya melaut hingga tengah malam kini memilih untuk menepi lebih cepat karena mereka melihat permukaan air laut tampak membentuk pola gelombang berdiri yang sangat tidak biasa.

Kejadian unik ini mengingatkan kita pada fenomena global legendaris yang pernah melanda kota Taos di New Mexico, tempat masyarakatnya terus-menerus terganggu oleh suara misterius tanpa sumber yang jelas.