Walaupun sebagian besar orang dewasa hanya bisa merasakan sensasi tekanan di dalam telinga, anak-anak dan binatang peliharaan justru menunjukkan respon kecemasan yang cukup signifikan setiap kali getaran tersebut muncul.

Nelayan lokal yang biasanya melaut hingga tengah malam kini memilih untuk menepi lebih cepat karena mereka melihat permukaan air laut tampak membentuk pola gelombang berdiri yang sangat tidak biasa.

Kejadian unik ini mengingatkan kita pada fenomena global legendaris yang pernah melanda kota Taos di New Mexico, tempat masyarakatnya terus-menerus terganggu oleh suara misterius tanpa sumber yang jelas.

Dalam catatan sejarah akustik dunia, fenomena serupa memang kerap dihubungkan dengan pergerakan magma dangkal atau aktivitas pemetaan sonar militer yang beroperasi di wilayah perairan internasional secara tersembunyi.

Namun pengamatan satelit terbaru yang dirilis pekan lalu tidak menunjukkan adanya pergeseran lempeng tektonik maupun pergerakan kapal selam dalam radius lima ratus kilometer dari pusat dentuman.

Antara Mitos Kerajaan Laut dan Sains Modern

Masyarakat setempat yang masih memegang teguh tradisi lisan meyakini bahwa dengung panjang tersebut merupakan pertanda alam terkait pergeseran siklus spiritual perairan selatan yang selalu berulang setiap beberapa dekade.