Secara turun-temurun, Mandi Safar dikenal sebagai bentuk ikhtiar dan doa untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT dari penyakit, musibah, bencana dan berbagai marabahaya. Masyarakat tetap meyakini bahwa keselamatan dan perlindungan sejatinya hanya berasal dari Allah SWT.

Sebelum melaksanakan Mandi Safar, warga di sejumlah kampung biasanya berkumpul di masjid atau surau untuk menggelar doa bersama. Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam rangkaian tradisi yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Salah seorang warga Desa Linau, Kecamatan Lingga Utara, Rahmat (33), mengatakan Mandi Safar sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sejak dirinya masih kecil.

“Setiap tahun kami selalu melaksanakan Mandi Safar. Biasanya sebelum pergi ke pantai atau tempat pemandian, kami berkumpul dulu di masjid untuk berdoa bersama. Setelah itu baru masyarakat pergi mandi bersama keluarga,” ujar Rahmat.

Menurutnya, nilai kebersamaan menjadi salah satu hal yang paling dirasakan dalam pelaksanaan tradisi tersebut.