HARIANMEMOKEPRI.COM – Persoalan penerangan yang belum terselesaikan kembali menjadi perhatian warga Dusun II Tajur Resun, Desa Baran, Kecamatan Senayang, Kabupaten Lingga.
Masyarakat setempat menggelar rapat internal untuk membahas kondisi tersebut sekaligus mencari langkah penyelesaian.
Pertemuan warga digelar bersamaan dengan kegiatan doa bersama dan tradisi memperingati Bulan Safar.
Di sela kegiatan tersebut, masyarakat memanfaatkan kesempatan untuk bermusyawarah mengenai berbagai persoalan yang dihadapi warga, salah satunya kebutuhan penerangan pada malam hari.
Dalam rapat itu, warga turut mengundang Kepala Desa Baran dan Kepala Dusun Tajur Resun untuk hadir dan mendengarkan langsung aspirasi masyarakat. Namun, kedua pihak yang diundang tidak hadir hingga rapat berlangsung.
Salah seorang warga, Amirudin (51), mengatakan pertemuan tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap kondisi kampung yang membutuhkan perhatian pemerintah desa.
“Rapat ini kami gelar untuk bermusyawarah dan mencari jalan keluar bersama mengenai persoalan penerangan di Dusun II Tajur Resun. Kami juga ingin menyampaikan langsung keluhan masyarakat kepada pemerintah desa,” ujar Amirudin.
Ia menjelaskan, persoalan penerangan telah berlangsung sejak mesin genset yang sebelumnya digunakan untuk membantu penerangan warga mengalami kerusakan.
Hingga kini, mesin tersebut tidak lagi beroperasi sehingga masyarakat harus menjalani aktivitas malam hari dengan keterbatasan penerangan.
Kondisi itu turut berdampak terhadap aktivitas sehari-hari masyarakat. Anak-anak mengalami kendala saat belajar dan mengaji pada malam hari.
Selain itu, aktivitas ibadah, keamanan lingkungan serta kegiatan ekonomi warga juga ikut terpengaruh.
Warga berharap pemerintah desa tidak mengabaikan persoalan tersebut dan segera mengambil langkah konkret.
Mereka menilai penerangan bukan sekadar kebutuhan fasilitas, melainkan berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat.
Amirudin menyebut warga akan terus berupaya menyampaikan aspirasi melalui jalur musyawarah dan komunikasi dengan pihak terkait.
Menurutnya, masyarakat membutuhkan kepastian mengenai solusi atas persoalan penerangan yang sudah cukup lama mereka hadapi.
“Kami berharap pemerintah desa dapat hadir dan memberikan perhatian terhadap persoalan yang kami hadapi. Penerangan ini bukan hanya soal lampu, tetapi menyangkut pendidikan anak-anak, keamanan lingkungan, kegiatan ibadah, dan kehidupan masyarakat secara keseluruhan,” tegasnya.
Hasil pertemuan tersebut menjadi kesepakatan bersama warga untuk melanjutkan komunikasi dengan pemerintah desa dan instansi terkait.
Masyarakat berharap upaya tersebut dapat membuka jalan bagi penyediaan penerangan yang lebih layak di Dusun II Tajur Resun.
Warga pun meminta persoalan tersebut segera ditindaklanjuti agar masyarakat tidak terus berada dalam kondisi minim penerangan, terutama pada malam hari.

