“Kami datang bukan untuk baku hantam, bukan untuk membuat keributan. Kami hanya ingin menyampaikan aspirasi dan mencari solusi terbaik agar persoalan yang ada tidak semakin berkembang,” tegasnya.

Sementara itu, Said Yardiansyah memastikan DPRD Lingga tetap membuka ruang komunikasi dengan masyarakat dan akan memberikan kepastian mengenai jadwal pelaksanaan RDP.

“Kami akan memberikan keputusan dan informasi terkait jadwal RDP ini paling lambat sore hari. Aspirasi masyarakat tetap menjadi perhatian kami dan akan kami tindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku,” ujar Yadi.

Kedatangan masyarakat, organisasi kepemudaan dan LSM ke DPRD Lingga tersebut menjadi bentuk dorongan agar persoalan yang berkembang terkait PT CSA dapat dibahas melalui forum resmi dengan melibatkan seluruh pihak yang berkepentingan.

Masyarakat berharap proses tersebut dapat menghasilkan solusi yang adil, transparan dan mencegah persoalan lahan yang dikeluhkan warga berkembang menjadi konflik di kemudian hari.