Setelah itu, anggota kembali melihat sekelompok anak muda yang masih berkumpul di gerbang Tanjung Buton. Mereka kemudian disapa dan ditanya terkait keberadaan perempuan tersebut, namun kelompok tersebut mengaku tidak mengetahui.

Pihak anggota kembali meminta mereka untuk membubarkan diri. Namun beberapa di antaranya justru memacu kendaraan secara ugal-ugalan dan menggeber kendaraan sehingga anggota sempat melakukan pengejaran.

“Kami kemudian mencoba memastikan apakah perempuan tadi benar-benar sudah diantar pulang atau tidak. Akhirnya kami menemukan kelompok remaja tersebut berada di sekitar Kedai Kopi Balang, tanpa adanya perempuan yang dimaksud,” ungkapnya.

Terkait dugaan pemukulan, Kopka Purnawirawan mengakui bahwa tindakan tersebut memang terjadi di lokasi.

Ia menyebut tindakan itu dilakukan sebagai bentuk pembinaan terhadap para remaja yang berada di tempat kejadian.

“Memang benar ada pemukulan oleh anggota kami di lokasi tersebut. Saat itu anggota memberikan semacam didikan kepada mereka,” jelasnya.