Tak lama berselang, pihaknya kembali menerima laporan dari warga yang menyebutkan adanya dua orang perempuan berada di dalam toilet masjid dan diduga dalam kondisi mabuk.

Menindaklanjuti laporan tersebut, anggota kemudian mendatangi lokasi dan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah orang yang berada di sekitar area tersebut.

“Setelah dicek satu per satu, waktu itu ada sekitar 12 orang di lokasi dan memang ada beberapa yang tercium berbau alkohol,” ujarnya.

Selanjutnya, para remaja yang berada di lokasi tersebut diberikan arahan serta diminta untuk membubarkan diri.

Namun dua orang perempuan masih berada di tempat karena salah satunya diduga dalam kondisi mabuk berat hingga tidak mampu berdiri.

Anggota kemudian menunggu di lokasi setelah mendapat informasi bahwa akan ada kerabat dari perempuan tersebut yang datang menjemput.

Tidak lama kemudian datang seorang remaja laki-laki yang mengaku sebagai saudara kandung dari perempuan tersebut.

“Awalnya remaja itu datang dengan nada marah dan mengaku sebagai saudara kandung dari perempuan tersebut. Setelah kami jelaskan situasinya, ia kemudian merespons dengan tenang dan membawa perempuan itu pulang menggunakan sepeda motor,” katanya.