Saat ditemui, Raminto menjelaskan bahwa ember di tengah jalan bukan dipasang atas permintaannya.

Menurutnya, ember itu merupakan inisiatif warga yang merasa terbantu dengan upaya perbaikan jalan yang dilakukannya secara mandiri.

“Ember itu bukan saya yang minta. Warga yang lewat yang menyarankan supaya dipasang. Katanya kalau ada yang mau membantu atau berdonasi silakan. Saya tidak pernah meminta uang kepada siapa pun,” ujar Raminto

Raminto mengaku terdorong melakukan perbaikan karena prihatin melihat kondisi jalan yang semakin rusak dan berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat, terutama pengendara sepeda motor.

“Kalau dibiarkan, kasihan masyarakat. Banyak pengendara motor yang hampir jatuh karena menghindari lubang. Apalagi kalau malam hari atau setelah hujan, lubang tertutup genangan air sehingga tidak terlihat,” katanya.

Sebagai Ketua RT, ia merasa memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menjaga fasilitas yang ada di lingkungan tempat tinggalnya, meskipun status jalan tersebut merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.