Namun, kepeduliannya menjadi potret nyata bagaimana masyarakat terkadang harus bergerak sendiri ketika harapan terhadap perbaikan infrastruktur belum kunjung terwujud.
Di saat sebagian orang memilih mengeluh, Raminto memilih memegang cangkul dan bekerja. Sebuah tindakan sederhana yang menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap sesama dapat dimulai dari kemauan untuk berbuat.

