Keluarga Sandera Desak Netanyahu Perpanjang Gencatan Senjata
Hamas mengumumkan pada Senin (10/2) bahwa pihaknya akan menghentikan pembebasan tawanan Israel hingga pemberitahuan lebih lanjut, atas apa yang disebut oleh kelompok militan Palestina ini sebagai pelanggaran Israel terhadap perjanjian gencatan senjata, yang meningkatkan risiko memicu kembali konflik yang telah berjalan 15 bulan.
Hamas mengatakan bahwa tuduhan pelanggaran itu termasuk menghentikan bantuan kemanusiaan memasuki Gaza sebagaimana telah diatur dalam kesepakatan, seperti 60 ribu rumah bergerak dan 200 ribu tenda, begitu juga alat berat untuk membersihkan puing-puing serta kiriman bahan bakar.
Seorang pejabat yang memahami negosiasi gencatan senjata ini mengatakan kepada Reuters bahwa Israel telah menolak permintaan dari PBB, Qatar dan pihak lain untuk mengizinkan unit-unit rumah sementara dibawa ke Gaza untuk menampung warga sebagaimana disyaratkan di bawah perjanjian gencatan senjata.
Organisasi bantuan mengatakan bahwa aliran bantuan kemanusiaan ke Gaza telah meningkat sejak gencatan senjata membawa dampak, dan Israel menolak klaim Hamas bahwa mereka menghambat aliran bantuan. [ns/ab]

