HARIANMEMOKEPRI.COM – Lapas Narkotika Tanjungpinang menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran narkoba serta penggunaan barang terlarang di lingkungan pemasyarakatan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Ikrar dan Penguatan Pengawasan Pemasyarakatan Bersih dari Handphone Ilegal, Narkoba, dan Penipuan (Halinar), Jumat (8/5/2026).

Kegiatan diawali dengan apel ikrar bersama yang dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Tanjungpinang, Fauzi Harahap.

Apel tersebut melibatkan sejumlah unsur lintas sektoral, di antaranya BNN Kota Tanjungpinang, Koramil 0315-02/Bintan Timur, Polsek Gunung Kijang, pemerintah desa setempat, hingga akademisi dari Stisipol Raja Haji.

Dalam pelaksanaan apel, seluruh petugas menyatakan komitmen bersama untuk menjaga integritas dan menciptakan lingkungan lapas bersih dari praktik penyalahgunaan narkoba, penggunaan handphone ilegal, serta tindak penipuan.

“Ikrar ini bukan sekadar seremoni, tetapi bentuk komitmen dan tanggung jawab moral seluruh petugas dalam menjaga marwah institusi pemasyarakatan,” ujar Fauzi Harahap.

Usai apel, tim gabungan langsung melaksanakan razia di 19 kamar hunian warga binaan pemasyarakatan (WBP).

Razia dipimpin oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka KPLP) bersama Tim Satuan Operasional Kepatuhan Internal Pemasyarakatan (Satopspatnal).

Petugas menyisir setiap sudut kamar hunian dan menemukan sejumlah barang terlarang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban di dalam lapas. Seluruh barang hasil razia kemudian didata untuk dimusnahkan sesuai prosedur.

Tidak hanya melakukan penindakan, kegiatan tersebut juga diisi dengan sosialisasi bahaya narkoba disampaikan langsung oleh Kepala BNNK Tanjungpinang kepada petugas maupun warga binaan.

Sebagai bentuk transparansi dan pengawasan internal, petugas gabungan turut melakukan tes urine secara acak terhadap petugas lapas dan warga binaan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis BNNK Tanjungpinang, seluruh sampel dinyatakan negatif narkoba.

Hasil tes urine yang seluruhnya negatif menunjukkan integritas petugas dan kedisiplinan warga binaan masih terjaga.

“Kami akan terus memperkuat sinergi dengan aparat penegak hukum demi mewujudkan Lapas Narkotika Tanjungpinang yang benar-benar bersih dari Halinar,” tutup Fauzi Harahap.