“Indikator sederhana kinerja ada tiga: kantor rapi, lingkungan tertata, dan sampah bisa terurai,” tegasnya.
Pemko Batam, melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), berencana menambah armada persampahan pada 2026, termasuk 29 unit compactor Hino, 42 arm roll, 10 dump truck, 132 bin sampah, serta pembangunan insinerator dan tiga UPT baru.
Sementara itu, Wakil Walikota Li Claudia menekankan pentingnya konsistensi dan kolaborasi antar perangkat wilayah.
Ia meminta camat segera menata kantor, memperkuat komunikasi dengan lurah, serta memetakan lokasi pembuangan sampah liar.
“Tugas kita adalah melayani masyarakat, bukan dilayani,” tegasnya.
Li Claudia juga mendorong camat dan lurah bekerja sama dengan RT/RW dan masyarakat agar masalah sampah bisa diselesaikan melalui gotong royong, bukan saling menyalahkan.

