“Cukup murah, seharga Rp 8000 ribu (segelas). Rata-rata pelanggan mencampurkan dua variasi cindua hijau dan coklat dalam setiap porsinya,” kata pengelola es cindua , Safrudin , kepada media ini.
Es ini yang menjadi pertama dan legendaris di kalangan masyarakat Kota Padang sejak dulu namun ia mencoba untuk membuka outlet Es Cindua ini di Kota Batam dengan memanfaatkan halaman teras rumah yang ada .
“Jika lagi musim durian, pelangan juga banyak meminta dipakai durian dalam setiap porsinya,” katanya.
Pada saat Bulan Ramadhan, Pak Saf mengaku omset penjualan relatif meningkat dibanding hari biasanya. Hal itu dikarenakan es cindua menjadi salah satu pilihan menu favorit saat berbuka puasa.
“Kalau Bulan Ramadhan kami biasanya buka pukul 15.00 WIB hingga menjelang magrib. Tapi kalau hari-hari biasa, kami buka mulai dari pukul 09.00 hingga pukul 18.00 WIB,” pungkasnya.
Baca Juga: Cek Fakta Kelebihan, Kekurangan, dan budget pembangunan Rumah Type 36 di Kota Batam

