HARIANMEMOKEPRI.COM – Curah hujan tinggi yang melanda Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Kamis (20/3/2025), menyebabkan sejumlah ruas jalan tergenang banjir.

Genangan air yang mencapai ketinggian lutut hingga pinggang orang dewasa mengakibatkan kemacetan di beberapa titik.

Menanggapi kondisi tersebut, personel Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Kepri bergerak cepat untuk mengatasi dampak banjir dan mengurai kepadatan lalu lintas.

Penanganan langsung di lapangan dipimpin oleh KBO Ditlantas Polda Kepri, AKBP Nanda Diana Tarulina Sihombing, didampingi Kasubdit Gakkum Ditlantas Kompol Krisna Ramadhani Yowa Ardana,serta Kasat PJR Kompol Samsurizal bersama jajaran personel Ditlantas lainnya.

Dirlantas Polda Kepri, Kombes Pol Tri Yulianto, melalui Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, menjelaskan banjir mengakibatkan kemacetan di sejumlah titik, seperti depan Koramil Batu Besar, U-Turn Bida Asri 2 Batam Center, depan RS Soedarsono Nongsa, hingga kawasan Punggur.

Setelah menerima laporan dari masyarakat, personel Ditlantas Polda Kepri langsung melakukan rekayasa lalu lintas dengan sistem contraflow di lokasi terdampak serta mengatur arus kendaraan agar tetap lancar.

“Tujuannya untuk meminimalkan kemacetan dan memastikan pengguna jalan tetap merasa aman dan nyaman,” ujar Kabid Humas.

Menurutnya, tindakan cepat tersebut menjadi bentuk komitmen Polda Kepri dalam memberikan pelayanan prima, khususnya dalam menjaga kelancaran dan keselamatan berlalu lintas di tengah cuaca ekstrem.

“Kami juga mengimbau masyarakat agar selalu waspada, terutama ketika melintasi jalan yang tergenang atau licin. Ikuti petunjuk petugas di lapangan agar lalu lintas tetap aman dan tertib,” tambahnya.

Berkat kesigapan petugas di lapangan, arus kendaraan yang sempat tersendat akhirnya berhasil diurai dan kembali normal.

Selain memperlancar mobilitas, langkah ini juga menekan risiko kecelakaan di lokasi terdampak banjir.

Polda Kepri juga berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan instansi terkait untuk penanganan lebih lanjut apabila terjadi bencana susulan.

Warga yang tinggal di wilayah pesisir dan perbukitan diimbau meningkatkan kewaspadaan dan bersiap melakukan evakuasi jika diperlukan.

“Masyarakat juga kami minta tidak berteduh di bawah pohon besar atau baliho, mengingat potensi angin kencang yang dapat menyebabkan pohon tumbang,” kata Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad.