“Jadi sudah banyak parkir di Jembatan kita sudah tidak dapat bang, bahkan kita mencari 200 motor sulit. Kalau hari besar ini dalam satu blok 100 motor makannya karcis dalam satu blok 100 hitungannya. Kita sistem bagi pekerjaan ibaratnya 70-30 kalau Mobil kita setor Rp 7.000 ke bos untuk kita sendiri Rp 3.000 . Kalau motor dapat Rp 2.000 untuk yang jaga dan Rp 3.000 setor ke Bos, sebab bos pun ada setoran kan,” jelas Nuryadi yang bekerja sebagai Juru parkir selama dua bulan.
Baca Juga: Turnamen E-sport Off-Line Mendapat Apresiasi dari KONI Provinsi Kepri
Tidak hanya itu, di bawah Jembatan Barelang biaya parkir kendaraan roda dua maupun roda empat dikenakan biaya lebih besar dua kali lipat, parkir roda dua Rp 10.000 dan roda empat Rp 20.000 per kendaraan di bawah satu manajemen.
“Kalau di bawah satu bos bang, parkir di bawah makin mahal Rp 20.000 satu mobil, satu motor Rp 10.000 karena lebih VIP kayaknya ibaratnya gak becek, bersih. Saya di sini baru sekitar dua bulanan kita disini sampai jam 10:00 malam hingga habis mobil kita jaga. Dalam satu hari ini saya sudah dapat 40 mobil pribadi dengan jumlah nominal Rp 400 ribu, saya dapatlah Rp 120 ribu sisanya ke Bos, dari Bos nanti setor ke Dishub,” pungkasnya.

