Lebih lanjut, Amsakar menyoroti pentingnya menjaga stabilitas ekonomi dan menekan laju inflasi melalui sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.

“Dengan kerja sama yang baik antarinstansi dan dukungan masyarakat, inflasi bisa dikendalikan. Ini penting untuk menjaga daya beli dan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

May Day 2025 juga menjadi momentum bagi para buruh Batam untuk menyuarakan sejumlah tuntutan, termasuk penghapusan sistem kerja outsourcing yang dinilai merugikan pekerja.

Selain buruh dan pimpinan serikat, hadir pula sejumlah pejabat penting dalam acara tersebut, di antaranya Kapolda Kepri Irjen Asep Safrudin dan Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura.

Menutup pidatonya, Amsakar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga semangat kolaborasi dalam membangun Batam yang lebih maju, adil, dan sejahtera.

“Kolaborasi adalah kunci. Dengan semangat kebersamaan, kita bisa membawa Batam ke arah yang lebih baik,” tutupnya.