Ia menambahkan, pihaknya saat ini sedang menyiapkan material yang dibutuhkan untuk perbaikan.

Teknisi yang akan menangani perbaikan juga masih berada di Natuna dan menunggu jadwal keberangkatan menuju Anambas.

“Kendala utama ada pada ketersediaan material dan transportasi, karena sebagian besar peralatan harus didatangkan dari Jakarta,” katanya.

Adhi memastikan tim teknisi dijadwalkan berangkat menuju Anambas pada 24 Maret 2026 menggunakan kapal Pelni dari Natuna.

“Pada 24 Maret tim akan berangkat dan langsung menuju Jemaja, tepatnya Kusik, Desa Rewak, untuk melakukan perbaikan,” tegasnya.

Masyarakat Jemaja Barat berharap perbaikan tersebut dapat segera terealisasi. Pasalnya, tower BTS Kusik merupakan salah satu penghubung utama jaringan komunikasi bagi beberapa desa di wilayah tersebut.

Selama jaringan tidak berfungsi, aktivitas komunikasi dan akses internet warga menjadi sangat terbatas.