HARIANMEMOKEPRI.COM – Warga Dusun Kusik, Desa Rewak, serta sejumlah desa di Kecamatan Jemaja Barat, Kabupaten Kepulauan Anambas, mengeluhkan tidak berfungsinya jaringan 4G pada BTS Tower USO VSAT di wilayah tersebut sejak Januari 2026.
Akibatnya, masyarakat mengalami keterbatasan komunikasi dan akses internet, bahkan menyebut kondisi tersebut sebagai “gelap sinyal”.
Keluhan warga semakin meningkat menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Pasalnya, kebutuhan komunikasi dengan keluarga di luar daerah biasanya meningkat pada momen tersebut.
Bagi masyarakat di kawasan kepulauan yang tergolong wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal), jaringan telekomunikasi menjadi sarana vital untuk tetap terhubung.
Sinyal 4G dari tower di Dusun Kusik selama ini menjadi penghubung utama bagi warga setempat serta tiga desa di wilayah Jemaja Barat.
Namun sejak jaringan tidak aktif, berbagai aktivitas masyarakat terganggu, mulai dari komunikasi hingga akses informasi.
Tidak hanya itu, sektor pendidikan juga terdampak. Di wilayah Jemaja Barat terdapat tiga sekolah dasar (SD) dan satu sekolah menengah pertama (SMP) yang membutuhkan akses internet untuk menunjang proses belajar, termasuk kegiatan berbasis daring.
Kepala Desa Rewak, Deva Syafutra, mengatakan jaringan 4G pada tower tersebut mulai tidak aktif sejak Januari 2026.
Pihak desa, kata dia, telah berulang kali berkoordinasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kepulauan Anambas untuk menindaklanjuti perbaikan.
“Kalau tidak salah sejak Januari 4G di tower itu sudah tidak aktif. Kami sudah koordinasi dengan Kominfo agar membantu menindaklanjuti ke pihak operator, karena tower ini menjadi penghubung tiga desa di Jemaja Barat dan masyarakat Kusik,” ujarnya.
Sementara itu, Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kabupaten Kepulauan Anambas melalui staf bidang penyelenggaraan e-Government, Aprizal, menyampaikan pihaknya terus berkoordinasi dengan operator, yakni PT Telkomsel Tbk, serta teknisi lapangan terkait kerusakan tersebut.
“Memang sempat hidup beberapa hari, tetapi kemudian mati lagi. Informasi dari teknisi ada alat yang rusak, kemungkinan kabel di bagian atas. Saat ini mereka menunggu alat pengganti,” jelas Aprizal.
Hingga Senin (16/3/2026), perkembangan perbaikan belum menunjukkan perubahan signifikan.
Pihak Diskominfotik masih menerima banyak keluhan dari masyarakat terkait gangguan jaringan tersebut.
Dari pihak Telkomsel, melalui admin Boy Sipayung, menyatakan bahwa laporan gangguan telah ditindaklanjuti dan saat ini tengah dikoordinasikan dengan vendor pelaksana, yakni PT Berca Hardayaperkasa.
“Keluhan sudah kami tanggapi dan sudah masuk dalam rencana pekerjaan oleh vendor. Kami terus berkoordinasi terkait jadwal perbaikan,” ujarnya.
Ia juga mengakui gangguan tersebut turut berdampak pada operasional Telkomsel.
“Ketika tower tidak berfungsi, Telkomsel juga mengalami kerugian. Kami akan terus berkoordinasi dengan vendor terkait kendala perbaikan,” tambahnya.
Sementara itu, Project Manager PT Berca Hardayaperkasa, Adhi, menjelaskan kerusakan terjadi pada perangkat koneksi jaringan di bagian atas tower, termasuk komponen transport, transisi LPU, serta konektor RJ pada kabel LAN.
“Kerusakan ada pada koneksi di bagian atas tower BTS. Sempat diperbaiki dan hidup, tetapi kemudian mati lagi. Saat ini kami perlu pengecekan ulang karena ada kemungkinan kerusakan lain,” jelasnya.
Ia menambahkan, pihaknya saat ini sedang menyiapkan material yang dibutuhkan untuk perbaikan.
Teknisi yang akan menangani perbaikan juga masih berada di Natuna dan menunggu jadwal keberangkatan menuju Anambas.
“Kendala utama ada pada ketersediaan material dan transportasi, karena sebagian besar peralatan harus didatangkan dari Jakarta,” katanya.
Adhi memastikan tim teknisi dijadwalkan berangkat menuju Anambas pada 24 Maret 2026 menggunakan kapal Pelni dari Natuna.
“Pada 24 Maret tim akan berangkat dan langsung menuju Jemaja, tepatnya Kusik, Desa Rewak, untuk melakukan perbaikan,” tegasnya.
Masyarakat Jemaja Barat berharap perbaikan tersebut dapat segera terealisasi. Pasalnya, tower BTS Kusik merupakan salah satu penghubung utama jaringan komunikasi bagi beberapa desa di wilayah tersebut.
Selama jaringan tidak berfungsi, aktivitas komunikasi dan akses internet warga menjadi sangat terbatas.

