Upaya ini dilakukan dengan meninjau ulang Peraturan Bupati agar sejalan dengan regulasi yang lebih tinggi.

Adapun untuk mikol yang sebelumnya disita dari kapal kargo, Masykur menyebutkan, sebanyak 346 karton tersebut rencananya akan dikembalikan kepada pemiliknya untuk kemudian dikirim balik ke agen asal di Tanjungpinang.

“Untuk sementara, mikol itu akan kami kembalikan ke pengusaha, agar diteruskan ke agennya,” ujarnya.

Sementara proses perizinan masih dalam tahap pembahasan, Pemkab menegaskan akan terus melakukan pengawasan ketat terhadap peredaran mikol di warung-warung di Anambas. Jika masih ditemukan penjualan tanpa izin, tindakan tegas akan diambil.

“Kalau masih ada yang jual tanpa izin, kami akan tindak tegas. Ini bisa sampai pada pencabutan izin usaha warung atau tokonya,” pungkas Masykur.

Langkah ini diambil untuk memastikan peredaran mikol di Anambas berjalan sesuai aturan dan tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.