Menurutnya, kondisi cuaca di Anambas yang kerap berubah, terutama pada musim tertentu, sering memengaruhi kelancaran penerbangan maupun transportasi pendukung menuju Letung.

Dalam situasi darurat, seperti kebutuhan medis, urusan pemerintahan, dan kepentingan penting lainnya, Bandara Matak dinilai dapat menjadi solusi alternatif guna menjaga mobilitas masyarakat.

Selain itu, rapat juga membahas aspek legalitas penggunaan bandara, skema kerja sama, dukungan operasional penerbangan perintis maupun komersial, serta kemungkinan peningkatan status pelayanan bandara untuk kepentingan publik.

Perwakilan Kementerian Perhubungan menegaskan bahwa pemerintah pusat pada prinsipnya mendukung peningkatan konektivitas daerah terluar dan perbatasan, termasuk Kabupaten Kepulauan Anambas.

Namun, seluruh proses tetap harus mengacu pada ketentuan perundang-undangan di bidang penerbangan dan pengelolaan bandar udara.

Sementara itu, pihak Medco Energy menyatakan komitmennya untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pemerintah pusat guna mencari formulasi terbaik terkait penggunaan Bandara Matak agar tetap sejalan dengan fungsi awalnya sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat.