HARIANMEMOKEPRI.COM – Suasana penuh semangat terlihat di Dusun I Kampung Sedanau, Desa Rewak, Kecamatan Jemaja, saat Kelompok Tani Cahaya Pagi menggelar panen padi pada Sabtu (23/8/2025).
Padi dipanen dari lahan seluas 7.500 meter persegi, para petani berhasil menghasilkan sekitar 2,5 ton padi varietas Invari Nutrizic.
Panen ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat setempat sekaligus menegaskan peran penting kelompok tani dalam memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa.
Ketua Kelompok Tani Cahaya Pagi, Muhammad, mengatakan masa tanam hingga panen hanya berlangsung sekitar tiga bulan.
Meski hasil cukup menggembirakan, jumlah produksi masih belum mencukupi kebutuhan pangan Desa Rewak.
“Produksi saat ini memang cukup menggembirakan, tapi belum mampu mencukupi kebutuhan pangan desa secara penuh.
“Karena itu, kami berharap ada penambahan anggaran ketahanan pangan yang bisa digunakan untuk penyediaan benih sekaligus memperluas lahan tanam,” ujarnya.
Muhammad menambahkan, kelompok tani juga masih menggunakan cara manual dalam pengolahan lahan dan panen, sehingga sangat membutuhkan bantuan alat pertanian dari pemerintah.
Kepala UPT Pertanian Jemaja, Iswandi, yang turut hadir dalam panen tersebut menyampaikan apresiasinya atas semangat para petani.
Ia menekankan pentingnya penguatan kelembagaan kelompok tani agar lebih solid menghadapi tantangan pertanian.
“Kelompok tani ini perlu diperkuat. Kalau bisa, bentuk koperasi khusus pertanian desa, tidak hanya padi tapi juga komoditas lain seperti cabai dan sayuran. Dengan begitu, mereka akan lebih semangat meningkatkan produksi,” kata Iswandi.
Iswandi menegaskan keberhasilan panen ini dapat menjadi contoh bagi kelompok tani lain di Jemaja.
UPT Pertanian, lanjutnya, akan terus memberikan pendampingan teknis agar petani tidak hanya bisa menanam, tetapi juga mampu mengelola hasil produksi dengan lebih baik.
Sementara itu, Kepala Desa Rewak, Deva Safutra, menyampaikan pemerintah desa tahun ini telah mengalokasikan anggaran Rp142 juta untuk program ketahanan pangan sesuai arahan Presiden RI.
Dana tersebut diharapkan memperkuat peran kelompok tani dalam memperluas lahan dan meningkatkan produktivitas kelompok tani Cahaya Pagi bisa terus eksis. Jangan sampai setelah lahan diperluas malah vakum.
“Pemerintah desa akan terus mendukung karena ini program ketahanan pangan sesuai instruksi Presiden. Dengan kerja sama yang baik, Desa Rewak bisa mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangannya,” tegas Deva.
Kegiatan panen ini juga dihadiri jajaran Polsek Jemaja, UPT Pertanian Jemaja, BPD Desa Rewak, serta masyarakat setempat.
Kehadiran berbagai pihak menunjukkan adanya sinergi lintas sektor dalam mendukung pembangunan pertanian desa.
Panen dengan hasil 2,5 ton ini diharapkan menjadi langkah awal menuju peningkatan produksi pangan yang lebih besar di masa mendatang.
Dengan semangat gotong royong dan dukungan anggaran, Desa Rewak menargetkan mampu memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri dan berkelanjutan.

