Ia menjelaskan, program padat karya rutin dilaksanakan setiap tahun dengan dukungan anggaran dari PEN.
Pada tahun 2025 jumlah peserta mencapai sekitar 500 orang, sedangkan tahun ini sebanyak 430 orang menyesuaikan besaran anggaran yang tersedia.
Menurutnya, mekanisme pendataan peserta pada tahun ini juga berbeda dibandingkan sebelumnya. Jika pada 2025 pendataan dilakukan secara manual melalui pengumpulan KTP, maka pada 2026 proses seleksi menggunakan aplikasi berbasis data desil kesejahteraan sosial.
“Program ini diprioritaskan bagi masyarakat pengangguran dan berpenghasilan rendah dengan rentang usia 17 hingga 60 tahun,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, peserta padat karya melakukan sejumlah pekerjaan pemeliharaan fasilitas bandara di delapan titik lokasi.
Kegiatan tersebut meliputi pembersihan rumput liar di sekitar pagar bandara, pembersihan drainase, perawatan pohon di ujung runway 25, hingga pemeliharaan fasilitas pendukung lainnya.
Denny menambahkan, pemeliharaan fasilitas bandara penting dilakukan guna memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pengguna jasa penerbangan di Bandara Letung.

