Suara ketukan misterius pada pintu kayu kontrakan tua di pinggiran Jakarta Selatan kerap memecah kesunyian malam persis ketika jarum jam menunjukkan pukul dua dini hari.
Para penghuni bangunan tersebut yang mayoritas merupakan pekerja malam sering kali mendapati lorong lantai dua terasa sangat dingin tanpa embusan angin dari luar.
Kisah supranatural seperti ini menjadi gambaran nyata mengenai fenomena sosial yang masih melekat erat dalam kehidupan masyarakat perkotaan di berbagai wilayah Indonesia.
Kepercayaan terhadap hal gaib bertindak sebagai jembatan emosional yang menghubungkan ketakutan kolektif manusia dengan ingatan sejarah suatu daerah yang mulai terlupakan.
Seorang peronda malam berusia lima puluh tahun di kawasan pemukiman padat Bandung menceritakan bagaimana sosok bayangan hitam besar selalu melintasi pohon beringin tua.
Kehadiran sosok misterius tersebut justru menjadi pengingat tak tertulis bagi para pemuda setempat untuk selalu menjaga kebersihan di area sakral milik lingkungan warga.

