Layar ponsel pintar yang berkedip tanpa henti di atas meja kerja sering kali memaksa kita untuk terus menatap linimasa, meskipun tubuh sebenarnya sudah merasa sangat lelah.
Banyak pengguna internet kini mulai menyadari bahwa dorongan untuk terus menggeser layar tidak lagi memberikan kepuasan, melainkan hanya menyisakan kelelahan mental yang berkepanjangan.
Fenomena kelelahan digital ini menjadi sinyal penting bagi masyarakat perkotaan untuk segera mengulas kembali sejauh mana interaksi daring memberikan dampak positif bagi kehidupan nyata.
Algoritma media sosial yang dirancang untuk menahan perhatian kita selama mungkin secara perlahan telah mengubah cara otak memproses kepuasan serta rasa ingin tahu harian.
Ketika kita terlalu sering terpapar oleh potongan kehidupan orang lain yang tampak sempurna, dorongan untuk membandingkan diri menjadi sulit untuk dihindari.
Strategi Menata Ulang Konsumsi Media Digital
Langkah awal yang bisa kita lakukan adalah mengevaluasi kembali daftar akun yang diikuti, lalu membersihkannya dari tontonan yang memicu emosi negatif.

