Suara gemericik air sungai kecil yang membelah bebatuan batu kali menyambut kedatangan para pelancong yang sengaja melarikan diri dari hiruk-pikuk kemacetan ibu kota.
Udara dingin perbukitan Kulon Progo pada awal September ini langsung menyapa kulit tanpa filter, menghadirkan aroma tanah basah dan dedaunan pinus yang menenangkan pikiran.
Banyak orang terjebak dalam rutinitas liburan serba cepat yang justru menyisakan kelelahan fisik serta emosional setelah kembali ke meja kerja masing-masing nantinya.
Fenomena melambat atau slow travel kini menjadi pilihan favorit para pengelana yang merindukan interaksi bermakna dengan penduduk lokal serta alam sekitar yang masih murni.
Apakah Anda pernah merasa bahwa perjalanan wisata akhir-akhir ini terasa seperti kejar-tayang setoran foto untuk diunggah ke dalam jejaring media sosial saja?
Menghabiskan waktu beberapa hari di kawasan pedesaan yang tenang memberikan perspektif baru tentang bagaimana seharusnya sebuah liburan dirayakan dengan sepenuh jiwa.

