HARIANMEMOKEPRI.COM – Kasus dugaan pencurian arus listrik skala besar yang diduga digunakan untuk operasional tambang Bitcoin di sebuah rumah toko (ruko) kawasan Batu Dua, Kelurahan Tanjung Unggat, Kota Tanjungpinang, masih terus bergulir.

PT PLN (Persero) melalui Unit Layanan Pelanggan (ULP) Tanjungpinang Kota kini telah melayangkan surat teguran kedua kepada pemilik ruko bernama Martono karena belum menyelesaikan kewajiban terkait dugaan pelanggaran tersebut.

Manager ULP Tanjungpinang Kota, Muchamar Rizky Rahdhani, membenarkan bahwa pihaknya telah mengambil langkah lanjutan dan tidak menutup kemungkinan kasus itu dibawa ke ranah hukum apabila tidak ada penyelesaian.

“Ya benar, kita sudah melayangkan surat teguran kedua. Jika tidak ada penyelesaian, akan kita surati kembali dan bisa dilanjutkan ke pihak kepolisian,” ujar Rizky, Senin (4/5/2026).

Dari hasil pemeriksaan petugas PLN, ditemukan empat jalur sambungan listrik ilegal dengan kapasitas cukup besar.

Rinciannya, satu jalur berkapasitas 10.600 VA dan tiga jalur lainnya masing-masing berkapasitas 7.700 VA.