Produsen elektronik global kini berlomba menciptakan gawai cerdas bertampilan layar tinta elektronik sederhana yang hanya menyediakan fungsi panggilan suara, pesan singkat, serta navigasi penunjuk arah tanpa fitur pengalih perhatian.
Para penggunanya mengaku merasakan penurunan tingkat stres yang sangat signifikan setelah berhasil memangkas durasi tatap layar harian dari delapan jam menjadi kurang dari dua jam saja setiap harinya.
Perubahan gaya hidup ini bukan berarti kita harus membuang seluruh perangkat canggih dan hidup terasing dari peradaban digital yang sedang berkembang pesat di seluruh pelosok negeri saat ini.
Kuncinya terletak pada keberanian kita membuat batas tegas antara kebutuhan komunikasi yang krusial dengan dorongan berlebih untuk selalu hadir di ruang maya setiap detik tanpa tujuan yang jelas.
Menata Ulang Batas Antara Dunia Nyata dan Maya
Seorang arsitek lanskap di Jakarta Selatan membagikan pengalamannya mengganti ponsel utamanya dengan gawai minimalis selama akhir pekan demi menikmati waktu berkualitas bersama keluarga tanpa gangguan notifikasi pekerjaan.

