“Jangan sampai kita menunggu api membesar baru kemudian bertindak. Deteksi dini, patroli, pemantauan titik rawan, edukasi kepada masyarakat serta respons cepat harus dilaksanakan secara konsisten,” tegasnya.

61,8 Hektare Lahan Terbakar

Berdasarkan data Polresta Tanjungpinang, sepanjang Januari hingga Agustus 2026 tercatat 49 lokasi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kota Tanjungpinang.

Dari 49 lokasi tersebut, total luas lahan yang terbakar mencapai 61,8 hektare.

Angka tersebut menunjukkan perlunya peningkatan kewaspadaan, khususnya terhadap aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran di kawasan rawan.

Kapolresta meminta seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan Karhutla mengutamakan kecepatan, ketepatan dan keselamatan ketika menjalankan tugas.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, instansi teknis, dunia usaha dan masyarakat.

“Jangan bekerja secara sektoral, tetapi bangun komunikasi yang efektif antara TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, pemadam kebakaran, instansi terkait, dunia usaha dan masyarakat,” ujar Kapolresta Tanjungpinang.

Jajaran Polresta Tanjungpinang juga diminta meningkatkan pemetaan wilayah rawan, patroli dan pemantauan secara intensif serta mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai bahaya Karhutla.

Kesiapan personel dan peralatan pemadaman juga harus dipastikan agar setiap laporan kebakaran dapat segera ditangani sebelum api meluas.

Kapolresta turut mengajak masyarakat untuk menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan Karhutla dengan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran.