Ia menjelaskan, pengembangan Kawasan Free Trade Zone (FTZ) Tanjungpinang dirancang secara terintegrasi, mulai dari kawasan Dompak sebagai pusat pengembangan, kawasan industri di Senggarang, sentral bisnis, distrik perhotelan, rumah sakit, kawasan pendidikan, hingga kawasan perumahan.

Pada tahun 2025, realisasi investasi di Tanjungpinang tercatat sebanyak lima perusahaan.

Sementara pada tahun 2026, BP Kawasan Tanjungpinang menargetkan masuknya lima perusahaan baru sebagai bagian dari penguatan investasi yang berkelanjutan.

“Seluruh kawasan ini kami siapkan untuk mendukung iklim investasi yang sehat dan berkesinambungan,” tambahnya.

Selain pengembangan kawasan, BP Kawasan Tanjungpinang juga aktif melakukan promosi investasi hingga ke luar negeri sejalan dengan agenda Kementerian Perdagangan, guna menarik minat investor menanamkan modal di Tanjungpinang.

Sementara itu, Anggota II Bidang Pelayanan Terpadu BP Kawasan Tanjungpinang, M. Effendi, menyampaikan bahwa pihaknya terus memperkuat sistem pelayanan terpadu serta mempercepat proses perizinan agar realisasi investasi dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.