HARIANMEMOKEPRI.COM — Perayaan malam Cap Go Meh 2023 begitu meriah dengan berbagai macam jenis pertunjukan budaya dan kesenian di Jln Merdeka Tanjungpinang, Minggu (05/2023).
Perayaan malam Cap Go Meh ini merupakan akhir dari rangkaian perayaan tahun baru Imlek bagi masyarakat Tionghoa pada setiap tanggal 15 bulan pertama dalam penanggalan warga Tionghoa atau malam pencarian jodoh
Dalam perayaan malam Cap Go Meh kali ini ratusan masyarakat Tanjungpinang tumpah ruah menyaksikan langsung penampilan kesenian budaya.
Adapun kesenian yang di tampilkan yaitu Barongsai, makan nasi kunyit, kesenian budaya Melayu dan Jawa Timur dan masih banyak lagi kesenian yang di tampilkan.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tanjungpinang Muhammad Nazri dalam sambutannya menyampaikan perayaan Cap Go Meh tahun 2023 Kota Tanjungpinang menjadi sebuah kebanggaan bagi Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang dapat menyelenggarakan perayaan malam Cap Go Meh tahun 2023.
“Melalui kegiatan partisipasi event temporer yaitu pelestarian kesenian tradisional yang masyarakat pelakunya di Kota Tanjungpinang merupakan aktualisasi penting artinya untuk tetap menjaga agar keberadaan kebudayaan dan tradisi di tengah masyarakat terus dilestarikan begitu pula halnya perayaan malam Cap Go Meh tahun 2023 ini sebuah tradisi yang tercatat sudah berlangsung sejak abad 2 Masehi di era dinasti Han yaitu kekaisaran Tiongkok China tradisi malam Cap Go Meh ini juga kemudian terbawa sampai ke Indonesia melalui akulturasi dari masyarakat dan hingga kini perayaan ini terus berlangsung di seluruh Indonesia begitu juga di Kota Tanjungpinang,” jelas Nazri.
Baca Juga: Ikan Kaci Jadi Primadona di Lingga, Harga 1 Kilogram Capai Rp40 Ribu, Pantaskah?
Dirinya berharap semoga ke depan kegiatan ini tidak hanya merupakan pelestarian kebudayaan saja namun juga akan menjadi bagian dari event kepariwisataan di mana rangkaian kegiatan pada malam hari ini
“Perayaan dikemas dengan penampilan street art seni jalan jadi sengaja kita bikin di sini selain budaya Tionghoa juga kita berkolaborasi ada seni budaya dan Jawa kedua budaya di Cap Go Meh ini yaitu makan nasi kunyit bersama yang salah satu tradisi di malam Cap Go Meh yang merupakan akulturasi budaya warna emas atau kuning pada nasi kuning merupakan warna keberuntungan dianggap sebagai simbol kemakmuran dan kekayaan terkait. Pembiayaan kegiatan partisipasi event temporer pelestarian kesenian tradisional bersumber dari APBD Kota Tanjungpinang melalui DPA Dinas Kebudayaan dan Pariwisata,” pungkasnya

