HARIANMEMOKEPRI.COM — Harapan warga Kota Tanjungpinang untuk menikmati air bersih yang mengalir 24 jam semakin dekat menjadi kenyataan.
PDAM Tanjungpinang memastikan tengah melakukan peningkatan besar-besaran pada sistem distribusi air yang ditargetkan mulai beroperasi penuh secara bertahap mulai 20 Oktober 2025.
Program upgrading sistem distribusi ini digadang-gadang menjadi langkah strategis untuk mengatasi masalah suplai air bergilir yang selama ini dikeluhkan warga.
Nantinya, pelanggan tidak lagi harus menunggu dua hingga tiga hari untuk mendapatkan air bersih.
Tahap pertama peningkatan distribusi mencakup jaringan pipa HDPE (Reservoar Bak Bukit Cermin), meliputi kawasan Kuantan, Haji Unggar, Pramuka, Lembah Purnama, Wiratno, Batu Hitam, Teluk Keriting, Tepi Laut, Kampung Baru, Sutomo, Meja 7, RS, Merdeka, Pos, hingga Bintan Gambir.
Sedangkan tahap kedua, yang ditargetkan selesai 15 November 2025, menyasar pelanggan pengguna pipa PCM di wilayah Batu 6, Jalan Ahmad Yani, Anggrek Merah, Sei Jang, Arif Rahman Hakim, MT Haryono, Katamso, Sutan Machmud, Perum Sei Jang, Pemuda, RH Fisabilillah, Sutami, dan Kompleks Pertamina.
Pihak PDAM mengingatkan bahwa selama masa uji coba, masyarakat mungkin akan mengalami gangguan seperti tekanan air kecil, air keruh, atau kebocoran pipa.
Untuk mempercepat penanganan, pelanggan diminta aktif melapor melalui hotline 0812-7018-2886, dengan menyertakan alamat dan video lokasi.
Selain memperluas cakupan distribusi, PDAM juga menargetkan pemasangan 3.000 sambungan baru bagi pelanggan yang sudah masuk daftar tunggu (waiting list) dalam enam bulan ke depan.
Berbagai persiapan teknis terus dilakukan, mulai dari pemasangan sensor dan penguatan pompa hingga pemantauan jaringan setiap malam.
“Semua ini demi mewujudkan pelayanan air 24 jam di Tanjungpinang. Mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat agar program ini berjalan lancar,” ungkap pihak PDAM, Rabu (15/10/2025)
Dukungan juga datang dari Anggota DPRD Provinsi Kepri, Rudi Chua, yang menilai program tersebut sebagai kemajuan besar dalam pelayanan publik.
“Kita akan menambah 3.000 pelanggan dan mulai menjalankan sistem air 24 jam bulan ini. Tapi, peningkatan layanan dan penambahan pelanggan harus seimbang agar keduanya tidak saling mengganggu,” ujarnya.
Sementara itu, PLN menyatakan siap membantu menjaga kestabilan pasokan listrik untuk mendukung operasional sistem air bersih nonstop.
Langkah PDAM Tanjungpinang ini menjadi momentum penting menuju pelayanan air bersih yang lebih merata, berkelanjutan, dan dapat diandalkan bagi seluruh masyarakat kota.

