HARIANMEMOKEPRI.COM — Kegiatan Padat Karya selama 10 hari dilakukan sudah terlihat hasilnya. Dalam kegiatan Padat Karya ini sebanyak 600 anggota masyarakat dari keluarga pra sejahtera yang menjadi pekerja pada kegiatan Padat Karya tersebut
Mereka telah mengangkat sekitar 1.350 kubik sampah rumah tangga, plastik, botol bekas minuman, daun, kayu, dan jenis sampah lainnya.
Serta pembersihan saluran drainase,
sedimen tanah dan lumpur yang berhasil dibersihkan melalui kegiatan tersebut, hingga hari ini telah terangkat sekitar 60 lori.
Pj Walikota Tanjungpinang Hasan melalui Kadis Kominfo Tanjungpinang Teguh Susanto mengatakan ribuan kubik sampah dan puluhan lori sedimen tanah bercampur lumpur yang terangkat dari saluran drainase
Baca Juga: Tindak Lanjut MoU Antara Ombudsman Dengan Kejaksaan, Lagat Siadari Kunjungi Kejaksaan Tinggi Kepri
Hal ini memperlihatkan fakta bahwa salah satu penyebab munculnya banjir adalah tersumbatnya saluran drainase. Plastik dan botol bekas minuman, merupakan jenis sampah yang banyak ditemukan di parit.
Pj Walikota Tanjungpinang Hasan mengharapkan peran aktif masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan, dengan tidak membuang sampah sembarangan.
Baca Juga: Konfercab V PC GP Ansor Tanjungpinang, Romdhon Kholili Terpilih Sebagai Ketua Periode 2023-2027
“Berdasarkan kegiatan pembersihan dan normalisasi saluran drainase sejak 4 Desember lalu, banyak sampah plastik dan botol bekas minuman yang menyumbat aliran air drainase,” kata Teguh, Rabu (13/2023).
Menurut Teguh, sedimen berupa tanah bercampur lumpur paling banyak diangkat dari saluran drainase di sekitar Bintan Center.
Baca Juga: Pusat Pemulihan Aset Kejagung RI Serahkan Hibah Barang Sitaan Ke Unhas Untuk Kebutuhan Pendidikan
Dalam satu hari, pekerja kegiatan Padat Karya berhasil mengangkat sekitar 6 lori sedimen tanah bercampur lumpur di lokasi tersebut.
Teguh Susanto melanjutkan, kegiatan Padat Karya yang dilaksanakan dalam bentuk pembersihan saluran drainase secara manual itu telah mengurangi potensi terjadinya banjir di beberapa ruas jalan dan wilayah.
Baca Juga: Pdt Roby Leong Berikan Pesan Natal Untuk Menjaga Kerukunan Antar Sesama Manusia
“Selain ingin memberikan dampak ekonomi pada warga pra sejahtera yang tergabung dalam beberapa kelompok swadaya masyarakat,” ucap Teguh,
Penjabat Wali Kota juga ingin pembersihan saluran drainase dilasanakan secara menyeluruh. Artinya, kegiatan Padat Karya dapat menjangkau kawasan yang lebih luas, termasuk parit-parit kecil di sekitar pemukiman warga.
Banyak ditemukan parit atau saluran drainase yang sama sekali tidak berfungsi karena tertutup sampah. Kegiatan padat karya masih terus berlanjut.
“Atas instruksi penjabat wali kota, setiap akhir pekan seluruh ASN juga ikut melaksanakan gotong royong sesuai jadwal dan lokasi yang telah ditetapkan,” jelasnya.

