Ramon menyebut lambatnya pengesahan UMK dan UMSK Batam disebabkan oleh komunikasi yang buruk di internal Dewan Pengupahan.
Ia menuding adanya oknum di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kepri yang sengaja menghambat pembahasan UMSK.
“Ketika rapat, Dewan Pengupahan menyatakan tidak akan ada pleno UMSK. Disnakertrans Kepri juga lepas tangan dan tidak berkoordinasi dengan Disnaker Batam,” tambahnya.
Pada sore hari pukul 15:15 WIB hingga 17:40 WIB perwakilan FSPMI Kota Batam bersama pihak kepolisian menggelar audiensi dengan Sekretaris Disnakertrans Kepri. Ramon berharap masukan mereka dapat segera diakomodir.
Harapan Buruh untuk Pengesahan UMSK
Ramon menekankan pentingnya UMSK Batam demi memberikan kesejahteraan bagi buruh di sektor industri utama.
Ia juga membandingkan UMSK Batam dengan daerah lain seperti Karimun dan Tanjungpinang.
“Harapan kami, UMSK Kota Batam bisa segera disahkan karena sektor industri di Batam merupakan penyumbang besar pertumbuhan ekonomi dan PAD Provinsi Kepri,” tutupnya.

