“Sebelumnya, gudang ikan asin milik Heng Li berada di Pelantar KUD. Namun, karena kapasitasnya sudah tidak mencukupi, beliau melakukan ekspansi ke kawasan FTZ Dompak untuk penyimpanan ikan asinnya,” ujar Efendy.

Ia berharap keberadaan gudang ini dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah serta membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar.

“Kawasan FTZ Dompak masih minim aktivitas usaha. Dengan adanya gudang ini, diharapkan bisa membantu perekonomian warga sekitar melalui kegiatan jual beli dan peningkatan ekonomi,” tambahnya.

Saat ini, ikan asin yang diproduksi masih dipasarkan secara lokal. Namun, ke depan, Heng Li berencana mengekspornya ke luar negeri setelah memenuhi standar yang diperlukan.

“Untuk tahap awal ini, mungkin masih dijual di pasar lokal. Ekspor kemungkinan bisa dilakukan ke depan, tetapi ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, seperti standar pengemasan dan legalitas perusahaan,” jelas Efendy.