HARIANMEMOKEPRI.COM – Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Tanjungpinang menggelar kegiatan Khatamul Quran, santunan bagi kaum dhuafa, dan peringatan Nuzulul Quran di Masjid Agung Al-Hikmah, Minggu (16/3/2025).
Dalam sambutannya, Walikota Lis Darmansyah mengapresiasi BKMT yang secara konsisten menyelenggarakan kegiatan keagamaan setiap tahun.
Ia berharap ke depan BKMT dapat bersinergi lebih erat dengan Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) agar manfaat kegiatan semakin luas dirasakan masyarakat.
“Insya Allah, ke depan kita bisa berkolaborasi, tidak hanya berbagi sembako, tetapi juga memberikan bantuan modal usaha atau santunan lainnya,”
“Harapannya, masyarakat bisa menikmati suasana Lebaran dengan lebih baik. Kalau kita bersama-sama, pasti lebih banyak yang bisa kita lakukan,” ujar Lis.
Menurut Lis, kegiatan Khatamul Quran ini merupakan bagian dari pengajian majelis taklim yang tersebar di empat kecamatan dan 18 kelurahan se-Kota Tanjungpinang.
Pemko, kata dia, tengah fokus menjalankan visi Bima Sakti, yang menekankan kesejahteraan dan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan masyarakat.
Lis menegaskan, nilai keagamaan tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya melalui program penguatan pendidikan agama di sekolah.
Selain itu, Lis Darmansyah menyampaikan mulai tahun ajaran baru, siswa SD wajib memiliki sertifikat Iqra, sementara siswa SMP wajib memiliki sertifikat Al-quran.
Dirinya menginginkan anak-anak tidak hanya bisa membaca, tetapi juga memahami tajwid, tafsir, dan nilai-nilai di dalam Alquran.
“Untuk itu, kita akan berkolaborasi dengan para ustaz agar program ini berjalan dengan baik,” jelas Lis.
Selain itu, Pemko juga akan mendorong pelajar melaksanakan salat Maghrib, Isya, dan Subuh berjemaah di masjid.
Aktivitas ini nantinya akan tercatat dalam buku khusus dan menjadi bagian dari penilaian ekstrakurikuler siswa.
Pemko Tanjungpinang juga berencana memberlakukan jam malam bagi pelajar sebagai upaya membangun karakter generasi muda.
Lis menyebutkan, sinergi antara pemerintah, ulama, swasta, dan masyarakat adalah kunci mewujudkan Tanjungpinang sebagai kota yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.
“Kalau kita saling mendukung, insya Allah masjid-masjid kita akan semakin makmur. Semoga dengan hadirnya generasi berakhlak karimah dan Qurani, Tanjungpinang menjadi negeri yang diberkahi,” harapnya.
Ketua BKMT Provinsi Kepulauan Riau, Dewi Kumalasari Ansar, juga memberikan apresiasinya kepada BKMT Tanjungpinang atas konsistensi mereka menggelar acara keagamaan setiap tahun.
“Alhamdulillah, kegiatan ini semakin berkembang. Awalnya hanya Khataman Quran, sekarang menjadi program yang lebih luas manfaatnya. Semoga bisa diikuti juga oleh BKMT kabupaten dan kota lainnya,” ujar Dewi.
Kegiatan ini juga diisi dengan tausiyah oleh Ustaz Fajar Tresna Utama, serta penyerahan santunan kepada ibu-ibu BKMT dan kaum dhuafa sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan suci Ramadan.

