Menurut Prakirawan BMKG Batam, Riza Juniarti, banjir rob ini disebabkan oleh fase perigee yang terjadi pada 7 Januari 2025 lalu, yang meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum.

“Hal ini berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum dan dapat mengakibatkan banjir,” tulis Riza dalam surat peringatan.

Kepala Stasiun BMKG Tanjungpinang, Ahmad Kosasih, juga menegaskan bahwa wilayah terdampak meliputi Kecamatan Tanjungpinang Barat, Tanjungpinang Kota, Bukit Bestari, Bintan Utara, Teluk Sebong, dan Bintan Timur.

Kosasih menjelaskan bahwa cuaca ekstrem ini dipengaruhi oleh pola siklonik di wilayah Kalimantan yang membentuk belokan angin (shearline) di Kepulauan Riau.

Selain itu, gangguan Gelombang Rossby Ekuator juga memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan deras.

“Masyarakat perlu tetap waspada, terutama saat terjadi hujan lebat disertai petir dan angin kencang. Nelayan dan pengguna transportasi laut juga diimbau berhati-hati terhadap gelombang tinggi yang berbahaya,” ujar Kosasih.