“Saya titipkan pendidikan ini kepada bapak dan ibu guru. Kalau ada kendala, bangun komunikasi dengan saya atau Dinas Pendidikan,” ucapnya.
Usai dari SMPN 5, Lis melanjutkan kunjungan ke SMPN 15. Lokasi ini akan difungsikan sementara sebagai Sekolah Rakyat, sebelum gedung permanennya selesai dibangun di kawasan Madong.
Sekolah Rakyat dirancang untuk melayani anak-anak dari keluarga kurang mampu yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Layanan pendidikan disediakan untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, dengan fasilitas lengkap berupa asrama (boarding school), lapangan olahraga, serta sarana pendukung lainnya.
“Semua gratis, negara yang tanggung. Jadi keluarga kurang mampu tidak perlu khawatir lagi soal biaya pendidikan anaknya,” jelas Lis.
Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota didampingi Kepala Dinas Pendidikan Tanjungpinang Teguh Ahmad Syafari dan Kepala Dinas Kominfo Teguh Susanto.

