HARIANMEMOKEPRI.COM – Sekolah Rakyat (SR) Tanjungpinang segera memulai kegiatan belajar.
Sebanyak 100 anak dari keluarga kurang mampu dan putus sekolah dijadwalkan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 30 September 2025.
Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah bersama Wakil Walikota Raja Ariza dan jajaran Forkopimda meninjau langsung persiapan sekolah berasrama penuh tersebut di Jalan Borobudur, Rabu (17/9/2025).
Lis menegaskan, Pemko Tanjungpinang bersama Forkopimda mendukung penuh program nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
“Insya Allah anak-anak segera mulai belajar di sini. Kami hadir memastikan semua siap dan berjalan baik. Sekolah ini khusus untuk anak-anak tidak mampu, termasuk yang sempat berhenti sekolah,” ujarnya.
Menurut Lis, Tanjungpinang masih memiliki lebih dari 900 anak putus sekolah. Program SR diharapkan menjadi jawaban, meski tantangan tetap ada seperti adaptasi sistem asrama dan kekhawatiran orang tua.
“Ini program pengentasan kemiskinan yang tepat sasaran, memberi akses pendidikan sekaligus membentuk kemandirian,” jelasnya.
SR menerapkan kurikulum terpadu yang mencakup pendidikan umum, agama, dan kejuruan.
Dengan sistem itu, siswa tidak hanya mendapat pelajaran formal, tetapi juga dibekali akhlak, wawasan kebangsaan, dan keterampilan hidup.
Pemko Tanjungpinang juga menyiapkan lahan seluas enam hektare di kawasan Madong untuk pembangunan SR permanen. Proyek ditargetkan dimulai pada Desember 2025.
“Semua fasilitas disiapkan negara secara gratis, anak-anak hanya membawa badan,” kata Lis.
Kepala Sekolah SR Reni Putri Rahmadani menambahkan, 19 guru telah ditugaskan Kementerian Sosial untuk mengajar di jenjang SD, SMP, dan SMA.
Empat orang berasal dari Tanjungpinang, sisanya dari luar daerah.
“Kebutuhan guru bahasa Inggris dan seni budaya masih menunggu. Namun secara umum, tenaga pengajar sudah siap,” ungkapnya.
Sekolah Rakyat ini memiliki sembilan asrama, masing-masing berkapasitas 14 siswa per kamar.
Setiap 10 anak akan didampingi seorang wali asuh. Fasilitas lain mencakup ruang belajar, mushola, UKS, dapur, dan ruang makan.
Reni menyebut tim Kemensos juga akan meninjau persiapan akhir pada akhir pekan ini, termasuk urusan logistik makanan dan perlengkapan belajar.

