SR menerapkan kurikulum terpadu yang mencakup pendidikan umum, agama, dan kejuruan.
Dengan sistem itu, siswa tidak hanya mendapat pelajaran formal, tetapi juga dibekali akhlak, wawasan kebangsaan, dan keterampilan hidup.
Pemko Tanjungpinang juga menyiapkan lahan seluas enam hektare di kawasan Madong untuk pembangunan SR permanen. Proyek ditargetkan dimulai pada Desember 2025.
“Semua fasilitas disiapkan negara secara gratis, anak-anak hanya membawa badan,” kata Lis.
Kepala Sekolah SR Reni Putri Rahmadani menambahkan, 19 guru telah ditugaskan Kementerian Sosial untuk mengajar di jenjang SD, SMP, dan SMA.
Empat orang berasal dari Tanjungpinang, sisanya dari luar daerah.
“Kebutuhan guru bahasa Inggris dan seni budaya masih menunggu. Namun secara umum, tenaga pengajar sudah siap,” ungkapnya.
Sekolah Rakyat ini memiliki sembilan asrama, masing-masing berkapasitas 14 siswa per kamar.
Setiap 10 anak akan didampingi seorang wali asuh. Fasilitas lain mencakup ruang belajar, mushola, UKS, dapur, dan ruang makan.

