HARIANMEMOKEPRI.COM – SDN 006 Letung bekerja sama dengan Polsek Jemaja menggelar sosialisasi bahaya bullying di aula sekolah yang berlokasi di Desa Batu Berapit, Kecamatan Jemaja, Kamis (13/11/2025) pagi.
Kegiatan ini digelar sebagai upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, serta bebas dari kekerasan.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Sekolah SDN 006 Letung, Hadizal, S.Pd. SD, yang telah memimpin sekolah selama 8 tahun, Ps. Kanit Binmas Polsek Jemaja Bripka Yondrialis, Bhabinkamtibmas Kelurahan Letung, Desa Batu Berapit dan Desa Mampok Briptu Fernando Siregar, serta para guru dan staf sekolah.
Sebanyak 120 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 mengikuti kegiatan dengan penuh antusias.
Dalam sambutannya, Kepala Sekolah Hadizal menyampaikan apresiasi kepada Polsek Jemaja yang telah berkontribusi memberikan edukasi kepada siswa terkait bahaya perundungan.
“Kegiatan ini sangat penting agar anak-anak memahami bahwa bullying tidak boleh terjadi, baik di sekolah maupun di lingkungan tempat tinggal,” ucapnya.
Hadizal menegaskan bahwa seluruh siswa tanpa terkecuali mengikuti kegiatan sosialisasi ini.
“Semua siswa ikut dalam kegiatan ini. Kita tidak mau anak-anak melakukan bullying, baik di sekolah maupun di lingkungan rumah,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sejak pertengahan 2023, SDN 006 Letung telah membentuk Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) sesuai edaran Disdikpora.
Tim ini bertugas mencegah dan menangani berbagai bentuk kekerasan di lingkungan sekolah.
Dengan adanya TPPK, setiap permasalahan yang muncul bisa ditangani dengan cepat dan tepat.
“Kami ingin sekolah menjadi tempat yang aman, ramah anak, dan bebas dari kekerasan,” jelasnya.
Sementara itu, Bhabinkamtibmas Briptu Fernando Siregar menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah yang telah mendukung penuh program pencegahan kekerasan di kalangan pelajar.
“Kami sangat mengapresiasi pihak sekolah yang membuka ruang kerja sama ini. Edukasi tentang bullying penting agar anak-anak tahu batasan dalam berinteraksi dan saling menghormati,” ujarnya.
Sebagai narasumber, Bripka Yondrialis menjelaskan empat jenis bullying yang sering terjadi, yakni verbal, fisik, sosial, dan cyber.
Ia menekankan bahwa tindakan perundungan dapat menimbulkan dampak psikologis dan sosial yang serius bagi korbannya.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab antara siswa dan petugas kepolisian.
Acara ditutup dengan foto bersama antara Bhabinkamtibmas Polsek Jemaja, para guru, serta seluruh siswa SDN 006 Letung.
Melalui kegiatan ini, SDN 006 Letung berharap dapat menumbuhkan kesadaran siswa tentang pentingnya saling menghormati, menolak segala bentuk kekerasan, serta membangun lingkungan sekolah yang penuh empati dan kebersamaan.

