HARIANMEMOKEPRI.COM — Ratu Balqis merupakan pemimpin perempuan di negeri Saba dimasa kepemimpiannya Ia dikenal sebagai pemimpin yang demokratis. Untuk bisa menjadi pemimpin dari negeri Saba harus dengan usaha dan rintangan yang tidak mudah untuk dilalui.

Ratu Balqis ialah putri dari Raja Syarahil yang merupakan pemimpin Negeri Yaman dan keturunan Ya’rib bin Qahthan, nenek moyang penduduk Arabia.

Ibu dari Ratu Balqis sendiri bukanlah dari sebangsa manusia dan melaikan dari bangsa jin sebagaimana dikutip harianmemokepri.com di kanal Youtube Jazirah Ilmu pada 1 Maret 2023.

Baca Juga: Kenali Asal Usul Teh Obeng Khas Kepulauan Riau Cek Bahan dan Cara Buatnya

Konon karena keluhuran dari ayahanda Ratu Balqis yakni Raja Syarahil yang memiliki derajat yang tinggi sehingga membuatnya tidak pantas menikah dengan perempuan mana pun dari bangsa manusia, maka dari itu ia memutuskan untuk menikah dengan jin.

Hasil dari pernikahan seorang raja dengan jin maka lahirlah Ratu Balqis yang merupakan anak tunggal dan secara otomatis mengantikan ayahnya sebagai pemimpin di Yaman, tetapi memang tidak mudah bagi seorang wanita untuk menjadi seorang pemimpin.

Kaum Yaman pada saat itu tidak semua sependapat dengan usaha Ratu Balqis untuk menjadi pemimpin, ada yang mau mengakui kepemimpinannya tapi ada juga yang menolak kepemimpinannya.

Baca Juga: Berikut 8 Rekomendasi Podcast yang Bisa Menemani Saat Beraktifitas

Dua respon pro dan kontra tersebut memyebabkan negeri Yaman terpecah menjadi 2 bagian, satu bagaian dipimpin Ratu Balqis dan bagian lainnya dipimpin oleh seorang laki-laki.

Wilayah kepemimpinan Ratu Balqis di Yaman inilah yang disebut dengan negeri Saba dan dibawah kepemimpinan seorang perempuan Saba justru menjadi negeri yang damai dan sejahtera dan sementara itu kerajaan Yaman yang lain bernasib buruk.

Dalam kepemimpinannya Ratu Balqis selalu meminta pertimbangan rakyatnya sebelum mengambil keputusan, ini menunjukkan bahwa dirinya tidak egois dan selalu mementingkan kesejahteraan semua orang. ***