Sementara itu, Satria Imam Pribadi menceritakan perjalanan membangun Sari Mart dari modal pinjaman sebesar Rp10 juta hingga kini memiliki beberapa gerai di Tanjungpinang.
Dirinya menekankan pentingnya kejujuran, kerja keras, dan keyakinan dalam membangun usaha.
“InsyaAllah kalau kita yakin dan bersungguh-sungguh, maka rezeki itu akan terus ada,” ujarnya di hadapan mahasiswa.
Melengkapi materi, Rafki Rasyid mengingatkan mahasiswa bahwa selain memiliki keterampilan akademik dan kemampuan menulis, penguasaan bahasa asing juga menjadi bekal penting untuk bersaing di dunia kerja.
Menurutnya, kemampuan berbahasa asing, termasuk bahasa Mandarin, kini menjadi salah satu kompetensi yang banyak dibutuhkan perusahaan swasta.
“Selain skill akademik, penguasaan bahasa asing, termasuk Mandarin jika perlu, sangat dibutuhkan perusahaan-perusahaan swasta,” ungkap Rafki.

