“Baju kurung Melayu bukan hanya pakaian, melainkan simbol kesopanan dan keluhuran akhlak, yang relevan dengan ajaran agama dan nilai-nilai adat,” katanya.
Sebagai narasumber, Lazuardy memaparkan sejarah, filosofi, serta makna simbolis baju kurung Melayu.
Lazuardy menekankan pentingnya berpakaian sesuai syariat, menjauhi budaya jahiliah dan tabarruj, serta menampilkan citra sopan dan beradab.
“Baju kurung memiliki peran dalam membentuk akhlak dan budi pekerti. Ia bukan hanya pelindung tubuh, tetapi juga cerminan moral dan jati diri masyarakat Melayu,” jelasnya.
Kegiatan ditutup dengan demonstrasi pemakaian baju kurung yang benar, baik untuk laki-laki maupun perempuan, beserta penjelasan makna di balik setiap detail busana.
Melalui sosialisasi ini, Dinas Kebudayaan Kabupaten Lingga berharap seluruh lapisan masyarakat, termasuk ASN, dapat menerapkan budaya berpakaian yang patut sesuai nilai adat dan agama, sehingga keluhuran budaya Melayu tetap terjaga.

