Lamongan merupakan salah satu daerah dengan banyak lembaga pendidikan swasta dan madrasah yang berkontribusi besar dalam pelayanan pendidikan. Di balik kegiatan belajar mengajar setiap hari, para guru terus menjalankan pengabdian meski menghadapi keterbatasan kesejahteraan. Mereka mengajar, menyelesaikan administrasi, mengikuti kegiatan pendidikan, dan menjalankan tugas profesional selama bertahun-tahun.

Yang mereka harapkan bukan sekadar ucapan terima kasih atau penghargaan seremonial pada peringatan Hari Guru Nasional. Mereka membutuhkan kebijakan nyata yang memberi kepastian masa depan.

Perjuangan guru swasta bukan upaya mempertentangkan mereka dengan guru negeri. Yang diperjuangkan adalah keadilan dalam sistem pendidikan, agar seluruh pendidik dihargai sesuai tanggung jawab, kompetensi, dan pengabdiannya.

Kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh gedung, fasilitas, teknologi, atau kurikulum. Guru berada di garis depan proses pendidikan. Jika tanggung jawab mereka terus bertambah tanpa diimbangi perlindungan dan kesejahteraan yang memadai, cita-cita membangun pendidikan berkualitas akan menghadapi tantangan serius.

Guru swasta tidak meminta keistimewaan. Mereka mengharapkan keadilan, kepastian, perlindungan, dan penghargaan yang manusiawi atas pengabdian mereka. Aspirasi telah disampaikan melalui berbagai pintu, dari daerah hingga pusat. Kini, pemerintah perlu menjawabnya dengan kebijakan nyata.

Jangan hanya melibatkan guru swasta dalam mencerdaskan bangsa. Negara juga perlu hadir untuk menjamin kesejahteraan dan masa depan mereka. Guru swasta bukan pelengkap pendidikan; mereka bagian penting dalam menentukan masa depan bangsa.